Bulan Agustus bagi negera Indonesia adalah bulan yang sangat bersejerah. Dimana pada bulan tersebut Indonesia merdeka dari penjajah Jepang yang saat itu menguasai Indonesia dengan waktu yang cukup lama. Tentunya sebagai generasi penerus pada setiap tanggal 17 Agustus rakyat Indonesia suka cita menyambut hari kemerdekaan tersebut dengan mengadakan sebuah acara yang diisi dengan kegiatan lomba-lomba yang menarik dan unik.
Euforia kemerdekaan Indonesia ternyata bukan dirasakan oleh rakyat Indonesia sendiri. Ada satu negara yang memang sejak Indonesia memproklamir kemerdekaanya, negera tersebut mengakui akan kemerdekaan tersebut. Sampai hari ini pun negara tersebut selalu mengucapakannya walaupun tengah didera peperangan yang sangat hebat. Negara tersebut adalah Palestina.
Sejarah Pengakuan Kemerdekaan Indonesia
Saat Pahlawan proklamator Indonesia Bung Karno dan Bung Hatta membacakan kemerdekaan Indonesia banyak negara yang belum mengakui kemerdekaan tersebut. karena hal tersebut H. Agus Salim yang juga sebagai pahlawan kemerdekaan Indonesia berinisiatif untuk pergi ke Timur tengah dengan tujuan selain ingin menggalang dana juga ingin mendapat pengakuan atas kemerdekaan Indonesia.
Setiba di sana, ternyata apa yang diharaplan tidak sesuai dengan keinginan. Harus menunggu cukup lama atas pengakuan tersebut dari negara-negara Timur Tengah. Namun, dari sekian banyak negara di Timur tengah hanya Palestina yang berani mengakui kemerdekaan tersebut.
Saat itu Syekh Muhammad Amin Al- Husaini mufti Palestina menyampaikan selamat atas kemerdekaan yang diraih Indonesia lewat H. Agus Salim. Syekh Al-Husaini adalah sosok mufti yang Kharismatik dengan terang-terangan mengakui kemerdekaan ini walapun pada saat itu Palestina sedang bergejolak melawan zionis dan imperialis Inggris.
Keberaniannya tersebut tersebar ke seluruh negeri sampai radio berbahasa arab yang ada di Berlin, jerman mendengar kabar ini dan memberitakannya selama berhari-hari. Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia karena memang berlandaskan pada persaudaraan Islam dan tentu saja jika ini terjalin dengan baik ingin sekali memutus rantai penjajahan asing tersebut.
Maka setelah Palestina mengakui kemerdekaan tersebut, Syekh Al-Husaini pun mendesak negara-negera Timur Tengah lain untuk mengakui kemerdekaan tersebut. dan usahanya pun berhasil, beliau berhasil meyakinkan negara lain seperti Mesir, Suriah, Irak, Arab Saudi, Lebanon, Afghanistan, dan juga Yaman untuk bisa mengakui kemerdekaan Indonesia.
Bahkan dukungan Palestina tidak hanya bersifat moril saja. Ada saudagar kaya dan juga pemimpin Palestina saat itu yang bernama Muhammad Ali Taher memberikan seluruh tabungannya untuk mempertahanakan kemerdekaan Indonesia.
Seluruh tabungannya tersebut di berikan kepada panitia kemerdekaan Indonesia yang memang diundang secara khusus oleh Muhammad Ali Taher untuk datang ke Palestina. Andai kata saat itu Palestina tak mengawali pengakuannya mungkin saja sampai hari ini dunia pun belum mengakui kemerdekaan Indonesia.
Saudaraku di seluruh tanah air Indonesia, Palestina memang tidak butuh balasan dari apa yang telah dilakukanya saat itu. Tapi masih adakah rasa persaudaraan dalam diri kita masing-masing untuk membantu rakyat Palestina saat ini? minimal untaian doa selagi kita masih bisa. (Izzah Safira)

No comments:
Post a Comment